Senin, 09 April 2018

Sistem Ekonomi Indonesia



PEREKONOMIAN INDONESIA
Dosen Pembimbing : Maulana Syarif Hidayatullah 




Disusun Oleh :
Annisa Maharani (20217839)

Belan Riad Adil (21217184)

Dhella Silvia (21217619)


Kelas : 1EB04















Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat beserta hidayah-Nya kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah tentang Perekonomian Indonesia ini dalam tepat waktu. Dalam meningkatkan mutu pembelajaran perkuliahan dan kami berharap makalah Perekonomian Indonesia ini dapat memberi manfaat kepada pembaca.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi maupn bahasa. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terimakasih sebelumnya kami ucapkan kepada dosen dan teman-teman kami yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. Harapan terbesar kami dalam menyusun makalah Perekonomian Indonesia ini dapat memberi manfaat kepada pembaca.


Depok, Maret 2018

Penyusun















BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Masalah ekonomi merupakan masalah mendasar yang terjadi di semua negara oleh karena itu dalam menyikapi permasalahan ekonomi tiap negara, masing-masing negara menganut ssistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Peran sistem pemerintahan atau politik adalah sebagai regulator dalam perekonomian suatu negara dibagi menjadi dua yaitu, jangka panjang dan jangka pendek. Dimana dalam jangka panjang pemerintah harus mendorong masyarakat kepada kemakmuran, kesejahteraan lahir batin, serta harus menghadapi masalah jangka panjang seperti msalah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dalam jangka pendek pemerintah dituntut untuk selalu dapat membantu menciptakan suasana usaha yang kondusif mendukung semua pihak. Sistem ekonomi sangat berpengaruh besar terhadap keberhasilan pemerintah dalam mencapai misi kemakmuran dam menyejahterakan perekonomian masyarakatnya. Bahkan tidak hanya pemerintah, pihak swasta pun menggunakan sistem ekonomi demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan baik untuk diri sendiri ataupun pihak-pihak lainnya.
Persoalan-persoalan ekonomi pada hakikatnya adalah pengolahan alat-alat atau sumber pemenuh atau pemuas kebutuhan, yang berupa faktor-faktor produksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan keterampilan menjadi barang dan jasa. Di dunia masalah ekonomi tertuju pada pengangguran, stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan neraca pembayaran internasional. Semua itu merujuk pada pemilihan sistem ekonomi mana yang akan dipakai oleh suatu negara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pembahasan sistem ekonomi dan sistem politik di dunia sangat menark untuk dibahas karena menyangkut falsafah yang dipakai tiap-tiap negara untuk mencapai kemakmuran.

1.2       Rumusan Masalah
a. Pengertian sistem
b. Sistem ekonomi dan sistem politik
c. Kapitalisme dan sosialisme
d. Persaingan terkendali
e. Kadar kapitalisme dan sosialisme

1.3       Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengertian sistem ekonomi dan sistem politik, kapitalisme dan sosialisme, persaingan terkendali, serta kadar kapitaslime dan sosialisme.



BAB II
ISI


1. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (sistema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponan atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan alir informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
Secara umum sistem adalah suatu paduan yang terdiri dari beberapa unsur yang tergabung satu sama lain antara agar mempermudah laju aliran informasi, energi ataupun materi hingga dapat mencapai tujuan tertentu.
Sistem juga menjadi unsur perpaduan dari bagian-bagian yang terpisah agar saling berkaitan dan berhubungan dalam suatu wilayah, misalnya pada suatu Negara.
Pengertian sistem menurut para ahli:

  • Menurut Davis, G.B
Sistem merupakan gabungan dari berbagai elemen yang bekerja sama untuk mencapai suatu target.

  • Menurut Harijono Djojodihardjo
Sistem merupakan gabungan obyek yang memiliki hubungan secara fungsi dan hubungan antara setiap ciri obyek, secara keseluruhan menjadi suatu kesatuan yang berfungsi.

  • Menurut Lani Sidharta
Sistem merupakan sekumpulan unsur-unsur yang saling berkaitan yang secara bersama beroperasi untuk meraih tujuan yang sama.

Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen yang terdiri dari:

  • Objek, dapat berupa benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus tergantung kepada sifat sistem tersebut.
  • Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
  • Hubungan internal, hubungan antara objek-objek di dalamnya.
  • Lingkungan, tempat dimana sistem berada.
Sistem juga memiliki dua tipe berdasarkan kategori:
 Atas dasar keterbukaan:
- Sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
- Sistem tertutup.
Atas dasar komponen:
- Sistem fisik, dengan komponen ateri dan energi.
- Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.

2. Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam mencapai kesejahteraan. Sistem ekonomi terdiri atas unsur manusia sebagai subyek, barang-barang ekonomi sebagai objek dan seperangkat kelembagaan. 

Sistem politik adalah kumpulan pendapat-pendapat dan lain-lain yang membentuk satu kesatuan yang berhubung-hubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur hubungan antara individu satu sama lainnya atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. 

3. Kapitalisme dan Sosialisme
   Secara garis besar, di dunia ini pernah dikenal dua macam sistem ekonomi yang ekstrem, sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.

Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi kapitalis ialah “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya”. Campur tangan pemerintah atau negara sangat minim. Pemerintah lebih berkedudukan sebagai “pengamat” dan “pelindung” perekonomian.

Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi diklaim sebagai milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Prinsip “keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah “setiap orang menerima imbalan yang sama”. Kadar ikut campur pemerintah sangat tinggi. Justru pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi [what (apa yang harus diproduksi), how (bagaimana memproduksinya) dan for whom (untuk siapa diproduksi)].

Dalam terminologi teori mikroekonomi, sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menyandarkan diri sepenuhnya pada mekanisme pasar, prinsip laissez faire (persaingan bebas), meyakini kemampuan “the invisible hand” dalam menuju efisiensi ekonomi. Mekanisme pasarlah (kekuatan permintaan dan penawaran) yang menurut kalangan kapitalis akan menentukan secara efisien ketiga pokok persoalan ekonomi.

Sedangkan sistem ekonomi sosialis, pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat. Adanya berbagai distorsi dalam mekanisme pasar, menyebabkan tidak mungkin bekerja secara efisien. Oleh karena itu pemerintah atau negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian. Sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital. Amerika Serikat merupakan negara yang menjalankan sistem kapitalisme dan Uni Soviet (sebelum negara ini bubar) menjalankan sistem sosialisme.

4. Persaingan Terkendali 
   Ditinjau berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik. Sama halnya, tak pula cukup argumentasi untuk mengatakan bahwa kita menganut sistem ekonomi sosialis. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi, kecuali untuk sumber daya-sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara. Hal ini sebagaimana diketahui bersama, diatur dengan tegas oleh Pasal 33 UUD 1945. Jadi, secara konstitusional, sistem ekonomi Indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
   
   Iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas melainkan persaingan yang terencana-terkendali. Dalam sistem ekonomi kapitalis, persaingan bersifat bebas tanpa kendali pemerintah. Sedangkan dalam sistem ekonomi sosialis, perencanaan terpusat sehingga persaingan praktis terkendali atau bahkan tidak ada sama sekali. Indonesia tidak demikian. Persaingan tetap ada, akan tetapi dalam beberapa hal terkendali.

Indonesia tidak sepenuhnya menyandarkan perekonomian pada mekanisme pasar. Dalam beberapa hal pemerintah turut bermain dalam perekonomian. Peran sebagai stabilisator dan dinamisator ini dimainkan baik oleh lembaga-lembaga departemental (instansi teknis) pemerintah maupun melalui badan-badan usaha milik negara. Ketidak-kapitalis-an dan ketidak-sosialis-an sistem ekonomi Indonesia terlihat pula dalam perilaku, norma dan etika yang berlangsung atau berlaku di masyarakat. Kendati tak tertulis, rasionalitas masyarakat Indonesia dalam berekonomi adalah tercipta atau terpeliharanya optimalitas, bukan maksimalitas. Walaupun individualisme orang Indonesia dalam perilaku sehari-hari tampak nyata dan diduga akhir-akhir ini semakin tebal, namun rasa kebersamaan dan kesetiakawanan tak pernah memudar.

5. Kadar Kapitalisme dan Sosialisme 
   Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Seseorang dapat mengetahui seberapa tebal kadar “isme” mewarnai perekonomian dengan melihatnya dari dua pendekatan. Pertama adalah Pendekatan Faktual-Struktural, yaitu menelaah peranan pemerintah atau Negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah Pendeketan Sejarah, yaitu menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan Pendekatan Faktual-Struktural dapat diukur dengan menggunakan kesamaan Agregat Keynesian yang berumuskan:
   Y = C + I + G + ( X – M )
   Dimana:
   Y = Pendapatan Nasional
   C = Konsumsi
   I = Investasi
   G = Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
   X = Ekspor
   M = Impor

   Pengukuran kadar keterlibatan pemerintah dengan pendekatan ini dapat juga dilakukan dengan mengamati peranan pemerintah dalam mengatur sektor-sektor produksi (lapangan usaha) dan berbagai kegiatan bisnis, terutama dalam hal penentuan harga dan tata niaganya.

Dengan pendekatan sejarah, betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah dapat menerima pengelolaan makro ekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun sangat bias ke sosialisme. Perekonomian ini baru mengalami perkembangan signifikan, semenjak orde baru perekonomian (sebagai sebuah sistem) dikelola secara ulurtarik diantara kapitalisme dan sosialisme. Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi yang tepat untuk mengelola perekonomian Indonesia.


  •   Teori Pra Klasik
Pada zaman ini terdapat beberapa tokoh yang ikut berperan dalam pemikiran ekonomi seperti Plato dan Aristoteles.

1.      Plato (427-347 SM)
Gagasan Plato tentang ekonomi timbul dari pemikirannya tentang keadilan dalam sebuah negara ideal. Kata Plato, dalam sebuah negara ideal, kemajuan tergantung pada pembagian kerja yang dimaksudkan untuk pembangunan kualitas kemanusiaan. Plato dapat dikatakan sebagai orang yang sangat mengecam kekayaan dan kemewahan. Agar tiap orang bisa hidup sejahtera secara merata, maka manusia perlu dan berkewajiban mengendalikan nafsu keserakahannya untuk memenuhi semua keinginan yang melebihi kewajaran. Kalau nafsu keserakahan ini tidak bisa dikendalikan, maka sebagian orang akan hidup berkemewahan, sedang yang lain akan hidup dalam kesengsaraan & kehinaan. Ternyata gagasan Plato tersebut hampir sama dengan gagasan yang dibuat oleh Adam Smith. Tetapi, terdapat perbedaan dalam hal ini yaitu, division of labor oleh smith dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan output dan pembangunan ekonomi sedangkan oleh Plato dimaksudkan untuk pembangunan kulaitas kemanusiaan.

Pada masa ini Plato juga mengamati bahwa naluri manusia untuk memperoleh barang-barang dan jasa sangat besar jauh melebihi kebutuhan sewajarnya. Besarnya nafsu untuk memperoleh dan menguasai barang-barang dan jasa ini dipandang sebagai tantangan utama menuju suatu masyarakat yang adil dan makmur secara merata. Oleh sebab itu, nafsu ini harus di kekang.

Dalam bukunya, Politika, Plato menjelaskan bahwa selain sebagai alat tukar, uang juga berfungsi sebagai alat pengukur nilai dan alat untuk menimbun kekayaan.

2.      Aristoteles (384-322 SM)
Menurut Aristoteles, ekonomi merupakan suatu bidang tersendiri, yang pembahasannya harus dipisahkan dengan bidang lain. Beliau juga orang yang meletakkan pemikiran dasar tentang teori nilai (nilai) & harga (price). Pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam pertukaran barang tersebut. Aristoteles membedakan proses ekonomi ke dalam dua cabang, yaitu kegunaan (use) dan keuntungan (gain). Lebih spesifik ia membedakan oeconomic dan chrematistik. Oeconomic atau limu ekonomi di definisikan sebagai “the art of house-hold management, the administrations of one’s patrimony, the careful hasbanding of resources. Sedangkan chrematistik mengimplikasikan penggunaan sumber daya alam atau keterampilan manusia untuk tujuan-tujuan yang bersifat acquisitive dalam chrematistic.


  • Teori Klasik
Teori klasik atau disebut juga aliran klasik muncul akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke-19. Banyak ahli ekonomi yang mengemukakan teori klasik, namun yang paling  terkemuka adalah Adam Smith. Karyanya yang sangat terkenal adalah buku yang berjudul “An inquiry the nature and cause of the wealth of nations” yang diterbitkan pada tahun 1776, yang membahas permasalahan pembangunan ekonomi. Menurut Smith perilaku manusia mempunyai motif cinta terhadap diri sendiri, simpati, ingin merdeka, rasa sopan santun, senang bekerja dan senang untuk saling tukar menukar. Landasan teori Adam Smith yaitu sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi dengan persaingan bebas, yang diatur oleh tangan yang tersembunyi. Teori nilai yang digunakan Smith adalah teori biaya produksi. Biaya produksi menentukan harga relative barang sehingga tercipta dua macam harga yaitu harga alamiah dan harga dasar.


  • Teori Neo Klasik
Neo-klasik adalah istilah yang mendefinisikan pemikiran ilmu ekonomi dengan menjabarkan penbentukan harga, produksi, dan distribusi pendapatan melaui mekanisme permintan dan penawaran pada suatu pasar. Istilah Neo-klasik diperkenalkan pertama kali oleh Thorstein Veblen pada tahun 1900 untuk mengkategorikan segolongan ekonom yang mendukung revolusi marjinalis yang digagas oleh William Stanley Jevons. Keunggulan teori Neo-klasik terletak pada kemampuannya untuk merepresentasikan ekonomi secara matematis dan ilmiah serta kemampuannya untuk memberikan indikasi-indikasi akan arah atau tindakan ekonomi yang harus diambil.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sistem adalah berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Atau juga sistem adalah cara yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.

Sistem Ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan. Sistem Politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses pembuatan dan pengambilan kebijakan yang mengikat tentang kebaikan bersama antara masyarakat yang berada dalam suatu wilayah tertentu.

Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi dimana sektor industri perdagangan dan alat-alat produksi dikontrol oleh pihak privat atau sektor swasta dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Sosialisme adalah sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Didalam sistem ini berlangsungnya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab suatu negara atau pemerintah pusat.

Persaingan terkendali adalah kompetisi untuk memperbaiki taraf kehidupan, baik antar individu maupun antar badan usaha, pemerintah tidak membatasi pilihan seorang untuk memasuki bidang pendidikan/keahlian yang diminatinya. Pemerintah turut mengatur penyediaan bidang pendidikan/keahlian, berdasarkan proyeksi kebutuhan. Jadi, tidak sepenuhnya dilepas pihak swasta.

Kadar Kapitalisme dan Sosialisme: 1. Pendekatan faktual-struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian. 2. Pendekatan sejarah yakni menulusuri pengorganisasian perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.





Daftar Pustaka

- Mubyarto. 1996. Pelaku Dan Politik Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: Liberty
- Kian Gie, Kwik. 1998. Gonjang Ganjing Ekonomi Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
-  Dumary. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta: PT Erlangga
- id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem
- dekmuda.blogspot.co.id/2013/10/makalah.html?m=1
- destikafizriani.blogspot.co.id/2015/04/1.html?m=1

Sabtu, 13 Januari 2018

Tugas 4 Pengantar Bisnis


PENGANTAR  BISNIS

“FORECASTING / PERAMALAN DARI BISNIS RETAIL DAN BISNIS ONLINE (DIGITAL) DI ERA MENDATANG”

 



 Disusun Oleh : Dhella Silvia
 21217619
1EB04

Fakultas Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Universitas Gunadarma
PTA 2017/2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan artikel dengan baik.
Artikel ini disusun untuk memenuhi nilai tugas yang diberikan oleh dosen dalam mata kuliah pengantar bisnis. Disadari bahwa artikel ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Seiring dengan era globalisasi, persaingan usaha menuntut pengusaha agar lebih peka terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen akan produk yang ditawarkan serta dapat cepat tanggap dalam mengantisipasi keadaan di masa mendatang. Keberhasilan suatu usaha dicerminkan dari kemampuan perencanaan dalam manajemen untuk memanfaatkan peluang secara optimal sehingga dapat menghasilkan penjualan dan laba sesuai dengan yang diharapkan. Peramalan (forecasting) dalam hal ini memegang peranan penting, sebab merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan-perencanaan yang akan dilakukan suatu perusahaan seperti perencanaan biaya, produksi, dan sebagainya. Tujuan peramalan yaitu untuk memberikan arahan bagi suatu perencanaan sehingga diperoleh suatu perkiraan yang mendekati keadaan yang sebenarnya akan terjadi di masa mendatang.

1.2  PERUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang dibahas dalam artikel ini adalah: 
1.       Apa pengertian peramalan? 
2.       Apa pengertian bisnis retail? 
3.       Apa pengertian bisnis online?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peramalan
 Barry Render dan Jac Heizer (2001) mendefinisikan peramalan adalah seni dan ilmu memprediksi peristiwa-peristiwa masa depan dengan pengambilan data histori dan memproyeksikannya ke masa depan menggunakan beberapa bentuk model matematis.
Menurut Handoko (1999) peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa mendatang melalui pengujian keadaan di masa lalu.
Peramalan (forecasting) adalah suatu teknik analisa perhitungan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif untuk memperkirakan kejadian di masa depan menggunakan referensi data-data di masa lalu. Atau kegiatan untuk menentukan informasi actual tentang situasi di masa depan dari konsekuensi kebijakan yang dikeluarkan pada kondisi sekarang. Tujuan peramalan adalah memberikan informasi mengenai kebijakan di masa depan dan konsekuensinya, melakukan control dan intervensi kebijakan guna mempengaruhi perubahan sehingga mengurangi risiko yang besar.
Peramalan merupakan bagian terpenting bagi setiap perusahaan atau organisasi bisnis dalam setiap pengambilan keputusan manajemen.
Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang hendak dicapai. Berbagai metode peramalan antara lain:
  • Peramalan Berdasarkan Jangka Waktu
1. Peramalan jangka pendek (hingga 1 tahun, umumnya kurang dari 3 bulan) digunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja, tingkat produksi, dan penjualan.
2. Peramalan jangka menengah (3 bulan hingga 3 tahun) digunakan untuk perencanaan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi, anggaran kas, dan menganalisis berbagai rencana operasi.
3. Peramalan jangka panjang (3 tahun atau lebih) digunakan untuk merencanakan produk baru, penganggaran modal, lokasi atau pengembangan fasilitas, dan penelitian.
  • Peramalan Berdasarkan Rencana Operasi
1. Peramalan ekonomi: membahas siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dan indikator perencanaan lainnya.
2. Peramalan teknologi: berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi dan  produk baru.
3. Peramalan permintaan: berkaitan dengan proyeksi permintaan terhadap produk perusahaan. Peramalan ini disebut juga Peramalan Penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, dan sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.
  • Peramalan Berdasarkan Metode / Pendekatan
1. Peramalan Kuantitatif menggunakan berbagai model matematis atau metode statistik, data historis, atau variabel-variabel kausal untuk meramalkan permintaan.
2. Peramalan Kualitatif menggunakan intuisi, pengalaman pribadi, dan berdasarkan pendapat seseorang yang melakukan peramalan.

2.2 Bisnis Retail
Retail adalah penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada konsumen. Retail berasal dari bahasa Prancis yaitu “Retailer” yang berarti memotong menjadi kecil-kecil (Risch, 1991).
Jadi, Bisnis Retail adalah kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Perdagangan bisnis ritel merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen.
Dalam bisnis retail terdapat proses yang dilakukan oleh beberapa badan usaha sebelum barang tersebut sampai kepada konsumen, aktivitas ini disebut supply chain. Dan badan usaha tersebut yaitu produsen/pabrik – distributor/supplier – retailer – konsumen.
Produsen/Pabrik adalah badan usaha yang memproduksi dari bahan mentah atau setengah jadi menjadi barang setengah jadi atau jadi.
Distributor/Suplier adalah badan usaha yang bertanggung jawab menyalurkan produk dari produsen atau pabrik kepada retailer atau konsumen.
Retailer/Eceran adalah badan usaha yang mendistribusikan barang atau jasa kepada konsumen.

2.3 Bisnis Online
Bisnis online adalah segala jenis kegiatan bisnis yang dilakukan secara online (melalui internet). Bisnis online meliputi kegiatan jual beli online maupun menyediakan jasa secara online. Kegiatan bisnis online dapat diwujudkan dalam berbagai jenis(wujud tampilan di internet) yaitu:
  • Website
  • Toko online atau marketplace
  • Blog
  • Akun sosial media
Manfaat bisnis online yaitu:
  • Hemat biaya sewa tempat dan karyawan
  • Kemudahan akses melalui internet, dapat dijalankan kapan saja
  • Biaya operasional murah
  • Dapat menjangkau masyarakat luas
  • Sebagai lowongan pekerjaan

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas saya mengetahui betapa pentingnya peramalan dalam kegiatan usaha(bisnis) baik berskala kecil atau besar. Melakukan peramalan dapat memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan dalam 1 bulannya. Sehingga kelebihan stock atau penumpukan persediaan dalam gudang dapat dihindari. Namun, hal ini jarang diperhatikan oleh suatu perusahaan. Padahal dengan melakukan peramalan dapat menghemat pengeluaran dan berinvestasi.
Pada tahun 2015 penjualan retail tumbuh 8% jauh diatas pertumbuhan ekonomi sebesar 4,88%. Tahun 2016 penjualan retail tumbuh 9% lagi-lagi jauh diatas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02%. Dan tahun 2017, data AC Nielsen menyebut penjualan retail hanya tumbuh 3,7% dibawah pertumbuhan ekonomi yang mungkin 5% lebih.
Di awal tahun 2017, Menkominfo merilis data bahwa pada tahun 2015 transaksi online di Indonesia sebesar US$ 3,56 miliar dan meningkat tahun 2016 mencapai angka US$ 4,89 miliar atau sekitar Rp. 68 triliun.
Sektor perdagangan retail saat ini mengalami kecenderungan menurun. Penurunan tersebut akibat pesatnya perkembangan transaksi online dan jumlah pengguna internet di Indonesia. Dampak dari perkembangan bisnis online atau E-commerce cukup besar pengaruhnya karena barang yang dijual lebih banyak produk impor dan bukan produk lokal.
Potensi bisnis online memang menggiurkan, semua orang bisa memulai bisnis online namun proses dan tantangan yang dihadapi bukan sesuatu yang ringan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika hendak memulai bisnis online terutama jika bukan seseorang yang familiar dengan computer atau belum pernah membangun bisnis sebelumnya. Untuk itu sangat penting memahami teknologi tentang cara menggunakan software pendukungnya dan memanfaatkan internet dengan baik dan benar.

Referensi



Sabtu, 18 November 2017

Tugas 3 Pengantar Bisnis



PENGANTAR  BISNIS
PERUSAHAAN


Disusun Oleh : Dhella Silvia
 21217619
1EB04

Fakultas Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Universitas Gunadarma
PTA 2017/2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan artikel dengan baik.
Artikel ini disusun untuk memenuhi nilai tugas yang diberikan oleh dosen dalam mata kuliah pengantar bisnis. Penulis berharap dengan diselesaikan artikel ini, maka penulis dapat mengetahui lebih mengenai pengantar bisnis.
Disadari bahwa artikel ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam mempertahankan hidupnya manusia diberi kebebasan dalam memenuhi kebutuhannya. Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada disekitar kita. Bisnis yang dilakukan oleh manusia ada yang berskala besar dan kecil. Yang berskala besar biasanya berbentuk sebuah perusahaan. Perusahaan adalah suatu organisasi yang bertujuan menyelenggarakan sebagian dari proses produksi untuk memperoleh laba atau penghasilan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha.
Dalam menjalankan usahanya suatu perusahaan tidak boleh melupakan aspek-aspek dalam usaha seperti aspek sosial, aspek hukum, maupun aspek agama. Namun sekarang ini perusahaan seringkali melupakan aspek-aspek sosial tanpa menghiraukan akibat yang timbulkan dari setiap usahanya.

1.2 PERUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang dibahas dalam artikel ini adalah:
1. Apa pengertian perusahaan?
2. Apa pengertian tempat kedudukan dan letak perusahaan?
3. Apa jenis-jenis perusahaan dan lembaga sosial?
4. Apa pengertian perusahaan startup dan penyebab banyaknya perusahaan startup di Indonesia?

1.3 TUJUAN
Sesuai dengan permasalahan diatas maka tujuan pembuatan artikel ini untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang perusahaan, tempat kedudukan dan letak perusahaan, jenis-jenis perusahaan, dan tentang perusahaan startup serta penyebab banyaknya perusahaan startup di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengetian Perusahaan
Perusahaan merupakan organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi untuk memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.
Kegiatan produksi  dan distribusi dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor produksi yaitu manusia, alam, dan modal untuk memperoleh laba. Namun ada juga kegiatan produksi yang tujuannya bukan untuk mencari laba, tetapi menghasilkan barang dan jasa seperti yayasan sosial dan keagamaan.

Dalam UU No. 8 Tahun 1997 tentang dokumen perusahaan, yang dimaksud dengan perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba, baik diselenggarakan perseorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah NKRI.

Sedangkan menurut Molengraf dalam bukunya Saliman, yang dinamakan perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus dan bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan (Abdul Rasyid Saliman, 2005; 81).

Secara umum perusahaan (business) adalah suatu organisasi dimana sumber daya (input) seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang dan jasa (output) bagi pelanggan. Tujuan dari perusahaan ialah laba atau keuntungan. Laba adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya alam dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut.

2.2 Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah tempat kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, pelanggan dan sebagainya.

Letak perusahaan atau biasa disebut sebagai tempat kediaman perusahaan adalah tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari (pabrik). Ada 4 jenis letak perusahaan yaitu:

  • Terikat pada alam

Lokasi perusahaan yang dipilih tergantung pada kondisi alam, tidak dapat ditentukan oleh manusia. Contoh: perusahaan timah, emas, dan minyak bumi.

  • Terikat sejarah

Lokasi perusahaan yang dipilih memiliki nilai sejarah yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Contoh: membangun usaha pendidikan di Yogyakarta yang terkenal sebagai kota pelajar.

  • Ditetapkan pemerintah

Lokasi perusahaan ini sudah ditetapkan dan tidak bisa semaunya membangun perusahaan diluar lokasi yang telah ditentukan dan harus mendapat izin dari pemerintah setempat. Contoh: pabrik senjata atau amunisi dan pabrik obat-obatan.

  • Dipengaruhi faktor-faktor ekonomi

Lokasi perusahaan yang dipilih dipengaruhi faktor-faktor penting yang bersifat industri yaitu ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.

2.3 Jenis-Jenis Perusahaan dan Lembaga Sosial
Jenis-Jenis Perusahaan:
  • Perusahaan Ekstraktif adalah perusahaan yang usahanya mengolah dan memanfaatkan benda-benda yang tersedia di alam secara langsung. Contoh: perusahaan pertambangan yang mengolah barang-barang seperti minyak bumi, timah, dan nikel.
  • Perusahaan Agraris adalah perusahaan yang usahanya mengolah dan memanfaatkan tanah menjadi lahan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh: perusahaan pertanian, perkebunan, dan perikanan.
  • Perusahaan Industri adalah perusahaan yang usahanya mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Contoh: perusahaan roti mengolah tepung terigu menjadi roti.
  • Perusahaan Perdagangan adalah perusahaan yang usahanya mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Contoh: usaha pertokoan.
  • Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang usahanya menyelenggarakan jasa untuk para konsumen dengan memperoleh imbalan. Contoh: perusahaan pengangkutan bus, jasa bank, dan jasa pergudangan.

Jenis-Jenis Lembaga Sosial:
  • Lembaga Keluarga
  • Lembaga Pendidikan
  • Lembaga Politik
  • Lembaga Ekonomi
  • Lembaga Agama

2.4 Perusahaan StartUp
Perusahaan StartUp adalah sebuah perusahaan yang baru saja dibangun atau dalam masa rintisan, biasanya dikategorikan untuk perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet. Perusahaan tersebut belum memiliki dana besar dan dijalankan oleh beberapa orang. Jenis bisnisnya beragam seperti pengembangan aplikasi, sistem pembayaran, jasa, perdagangan, dan sebagainya.

Perusahaan StartUp memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Perusahaan belum lama berdiri
  • Pegawai sedikit
  • Bekerja multitasking (dapat mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus)
  • Semangat muda (memiliki pekerja dengan usia produktif yaitu 20-35 tahun)
  • Pendapatan masih kurang stabil tetapi bisa bertahan
  • Bergerak di bidang teknologi
  • Beroperasi dengan website (memiliki situs atau website)

Penyebab Banyaknya Perusahaan StartUp di Indonesia
Banyaknya pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi peluang bagi perusahaan startup untuk maju dan berkembangan agar menjadi perusahaan besar.

Adapun faktor pendukung perkembangan perusahaan startup yaitu:
  • Potensi pasar masyarakat Indonesia yang besar. Dengan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia dapat menjadi pangsa pasar yang besar bagi bisnis dalam negeri maupun luar negeri
  • Kualitas tim founder bisnis startup yang kreatif dan penuh ide dapat membuat kreativitas produk baru untuk ditawarkan kepada masyarakat
  • Masyarakat Indonesia yang melek teknologi
  • Adanya dukungan dari pemerintah dan investor. Investor dapat memberikan bantuan dana untuk pengembangan startup tersebut

Salah satu contoh perusahaan startup di Indonesia adalah UBIG.CO.ID
UBIG (PT. Universal Big Data) merupakan perusahaan startup IT yang fokus menyediakan platform dan konten Big Data dengan berbagai kategori data (harga, berita, gaya hidup, dsb).
Alamat: Jl. Mawar Jambe No. 13 Kalpataru – Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia.
Call Free: (0341) 493 567 Email: info@ubig.co.id

Sudut padang saya tentang UBIG.CO.ID yaitu UBIG menawarkan pekerjaan yang singkat dengan kualitas yang memuaskan. UBIG juga bisa melayani dalam pembuatan website atau mobile apps yang diinginkan oleh perusahaan. Selain itu, UBIG membuka kesempatan magang untuk para siswa dan mahasiswa, terutama jurusan informatika. Peserta magang berkesempatan menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang pengembangan software yang bersifat project based maupun product based, big data, internet marketing, dan manajemen perusahaan IT yang efektif.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam membangun sebuah perusahaan kita harus mengambil keputusan tentang apa yang akan perusahaan jalankan. Kemajuan teknologi yang semakin pesat mendorong perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dan bertahan untuk dapat tumbuh dan mengembangkannya ke tataran yang lebih tinggi. Ketepatan dalam memilih tempat dan letak perusahaan merupakan faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan dan keberhasilan akan digapai perusahaan jika perusahaan tersebut sanggup memberikan apa yang siap dibeli masyarakat.

Referensi
http://chalouiss.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-dan-bentuk-perusahaan-atau.html?m=1

http://googleweblight.com/?lite_url=http://umum-pengertian.blogspot.co.id/2016/05/pengertian-dan-jenis-jenis-perusahaan.html?m%3D1&ei=f-9tWV--&lc=id-ID&s=1&m=64&host=www.google.co.id&ts=1511047060&sig=ANTY_L3bW-nbrWtUiUtTOQlOYD_NwVsmkQ

http://maghdalifah.blogspot.co.id/2014/11/perusahaan.html?m=1

https://infopeluangusaha.org/pengertian-startup-dan-contoh-bisnisnya-di-indonesia/

http://ubig.co.id/